Kamis, 05 Desember 2013

Tugas B. Indonesia 1

Aplikasi Berbasis Android

            Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis Linux yang mencakup operation system, middleware dan aplikasi.(Foeng Hartono&Nina Sevani) Android menyediakan platform atau perangkat lunak yang digunakan untuk membuat aplikasi di dalam android terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak.(Muhammad Yusuf&Riza Alfita) Android SDK adalah tools API Application Programming Interface yang diperlukan untuk memulai mengembangkan aplikasi pada platform android menggunakan bahasa pemrograman Java.(Tirta Indra Wibowo&Noor Ageng Setiyanto)
            Awalnya, Google Inc. Membeli Android.Inc , pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel .( Muhammad Yusuf&Riza Alfita)Dalam pengembangan Android, dibentuklah Open Handset Alliance yang bekerja sama dengan gabungan dari kurang lebih 24 perusahaan termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-mobile dan Nvidia.(Foeng Hartono&Nina Sevani)
            Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat pada zaman ini telah mempengaruhi pola hidup masyarakat.(Bestiria Reska&Siwi Iswanti Ramadhani) Bermacam-macam inovasi didalam perkembangan teknologi informasi sudah mulai dikenal untuk masyarakat, dengan karakteristik masyarakatnya yang memiliki keinginan untuk mendapatkan fasilitas yang fleksibel, efesien dan terjangkau.( Bestiria Reska&Siwi Iswanti Ramadhani)
            Android yang kian populer memiliki fungsi beragam dari sekedar untuk mengakses e-mail mengecek dan membuat update batu untuk akun jejaring sosial, hingga melakukan aktivitas pekerjaan.(Yuliandi Kusuma). Adapun keunggulan dari ponsel android yang patut diketahui,yaitu multitasking dan custom home screen. Multitasking merupakan sistem operasi yang memungkinkan untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus sedangkan Custom Home Screen merupakan fitur yang berada di sistem operasi windows mobile dan symbian, kelebihan lain dari Home Screen ini adalah kemudahannya dalam notifikasi.(Endah Tri Utami)









Daftar Pustaka:
(Hartono,F & Sevani,N 2013, ’Aplikasi Navigasi lokasi pom bensin di jakarta berbasis android’ ,Teknik&Ilmu Komputer , vol.02-No.05, pp.85)
(Kusuma,Y 2011,Membedah kehebatan Android, Gramedia, Jakarta).
(Reska,B & Ramadhani,SI 2012, ‘Benchmarking application pada android’, Konferensi Nasional Sistem Infomasi, STIKOM, Bali)
(Utami,ET 2011,Kupas tuntas android dari nol sampai mahir,Gudang Ilmu,Jakarta Timur)
(Wibowo,TI& Setiyanto,NA 2012 ‘Aplikasi mobile informasi pariwisata kota semarang berbasis android’,Techno.com , vol.11,No. 3, pp.124-133)
(Yusuf,M & Alfita,R 2012, ’Mobile Geographic information system berbasis android untuk pencarian lokasi dan rute terdekat menggunakan algoritma particle swarm optimization’, Snastia, Ubaya, Surabaya)

Sabtu, 09 November 2013

Tugas B.indonesia 1





Dari contoh tabel tersebut menunjukan jumlah penduduk di kecamatan yang bertempat di Kabupaten Bekasi dilihat dari jenis kelaminnya pada tahun 1997. Didalam tabel menunjukan bahwa Kecamatan Muaragembong memiliki penduduk yang paling sedikit pada laki-laki maupun perempuan, sedangkan Kecamatan Tambun memiliki penduduk yang terbanyak di kedua jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Frekuensi penduduk yang terdapat di kecamatan Cabangbungin, Kedungwaringin,Tarumajaya, Tambelang, Cibarusah, Setu, Serang, Babelan dan Pebayuran kurang dari 500 jiwa dan penduduk yang terdapat di kecamatan Lemahabang, Cikarang, Cibitung dan Sukatani lebih dari 500 jiwa dicatat dari sumber di Kabupaten Bekasi di tahun 1997.

Kamis, 07 November 2013

Pengolahan Citra & Grafik Komputer

 sebuah garis mulai dari titik awal (10,10) sampai titik akhir (17,16) dengan menggunakan algoritma DDA dan Bresenham

Titik Awal = A(10,10)
Titik Akhir = B(17,16)
Dx = (X1-X0) (17-10) = 7
Dy = (Y1-Y0) (16-10) = 6
Abs(Dx) = Abs(7) = 7
Abs(Dy) = Abs(6) = 6
Abs(Dx) > Abs(Dy) maka
Step = Abs(Dx) = 7
Xincrement = Dx / Steps. 7 / 7 = 1
Yincrement = Dy / Steps. 6 / 7 = 0,86

Tabel 3.1. Nilai perhitungan

K
X
Y
Xinc
Yinc
-
-
-
10
10
0
11
10,86
11
11
1
12
11,71
12
12
2
13
12,57
13
13
3
14
13,43
14
14
4
15
14,28
15
15
5
16
15,14
16
16
6
17
16
17
16

·         BRESSENHAM

Tujuan dari algoritma Bressenham ini adalah untuk menghindari pembulatan nilai seperti pada algoritma DDA.
1. Tentukan dua titik yang akan dihubungkan dalam pembentukan garis.
2. Tentukan salah satu titik di sebelah kiri sebagai titi awal, yaitu (x0,y0) dan titik lainnya sebgai titik akhir (x1,y1).
3. Hitung dx,dy,2dx dan 2dy-2dx.
4. Hitung parameter P0 = 2dy-dx
5. Untuk setiap Xk sepanjang jalur garis, dimulai dengan k=0,bila pk <0, maka titik selanjutnya adalah (xk+1, yk), dan Pk+1 = Pk+2dybila tidak, maka titik selanjutnya adalah (xk+1,yk+1), dan Pk+1 = Pk+2dy-2dx
6. Ulangi langkah no 5 untuk menentukan posisi pixel selanjutnya, sampai x = x1 dan y = y1.
Sub Rutim Berssenham dalam CVoid line (int xa, ya, xb, yb, xEnd; flot x,y)
{
Int dx = abs(xb-xa), dy=abs(yb-ya);
Int p = 2*dy-dx;
Int twoDy = 2*dy,
twodyDx = 2*(dy-dx);
If (xa>xb)
{
X = xb;
Y = yb;
Xend = xa;
}
Else
{
X = xa;
Y = ya;
xEnd = xb;
}
SetPixel(x,y);
While (x<xEnd)
{
X++;
If (p<0)
P+ = twody;
Else
{
Y++;
P+ = twoDyDx;
}
SetPixel(x,y);
}
};

JAWAB
dx = abs(xb xa)= abs(17 10 ) = 7
dy = abs(yb ya)= abs(16 10) = 6
p = 2 * dy - dx = 2 * 6 7 = 5
twody = 2 * dy = 2 * 6 = 12
twodydx= 2 * (dy dx ) = 2 * ( 6 7 ) = -2
Periksa xa dan xb
xa = 10 < xb = 17Maka
x = xa = 10
y = ya = 10
Xend = xa = 17
Ulangi selama x < xend
K0: x = x + 1 = 10 + 1 = 11
Periksa nilai p , dimana p = 5
y = y + 1 = 10 + 1 = 11
p = p + twodydx = 5 + (-2) = 3
K1: x = x + 1 = 11 + 1 = 12
Periksa nilai p, dimana p = 3
y = y +1 = 11 + 1 = 12
p = p + twodydx = 3 + (-2) = 1
K2: x = x + 1 = 12 + 1 = 13
Periksa nilai p, dimana p = 1
y = y +1 = 12 + 1 = 13
p = p + twodydx = 1 + (-2) = -1
K3: x = x + 1 = 13 + 1 = 14
Periksa nilai p, dimana p = -1 Nilai y tetap yaitu y=13
p = p + twody = (-1) + 12 = 11
K4: x = x + 1 = 14 + 1 = 15
Periksa nilai p, dimana p = 11
y = y +1 = 13 + 1 = 14
p = p + twodydx = 11 + (-2) = 9
K5: x = x + 1 = 15 + 1 = 16
Periksa nilai p, dimana p = 9
y = y +1 = 14 + 1 = 15
p = p + twodydx = 9 + (-2) = 7
K6: x = x + 1 = 16 + 1 = 17
Periksa nilai p, dimana p = 7 y = y +1 = 15 + 1 = 16
p = p + twodydx = 7 + (-2) = 5
Proses berhenti karena x = x1 dan y = y1
Masukkan nilai kedalam tabel, seperti pada tabel 3.2.Tabel 3.2.
Hasil penelusuran dengan bressenham
K
Pk
(Xk+1, Yk+1)
-
-
10,10
0
3
11,11
1
1
12,12
2
-1
13,13
3
11
14,13
4
9
15,14
5
7
16,15
6
5
17,16




Senin, 28 Oktober 2013

Tugas B.Indonesia 1

Database

          Database atau basis data adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Didalam basis data menyediakan fasilitas atau mempermudah dalam menghasilkan informasi yang digunakan oleh pemakai untuk pengambilan keputusan. Basis data merupakan gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat menghidari duplikasi data, hubungan antar data yang tidak jelas, organisasi data dan juga update yang rumit. Ada beberapa kelemahan dalam basis data yaitu memerlukan tenaga spesialis, kompleks, memerlukan tempat yang besar serta mahal biaya softwarenya.

Senin, 30 September 2013

Tugas Graf Komputer dan Pengolahan Citra

PEMANFAATAN APLIKASI GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA

     Grafik dan Citra memiliki arti yang sama, yaitu "gambar". Tetapi arti gambar bila didefinisikan masing-masing memiliki perbedaan.
Grafik Komputer adalah salah satu cabang disiplin ilmu informatika yang mempelajari
pembuatan gambar dengan menggunakan komputer. Ilmu yang sangat cepat berkembang pada saat ini.Perkembanganini didukung oleh munculnya prosesor-proseor komputer yang cepat dan kartu grafik yangsemakin canggih dan hebat.
Pengolahan citra dapat didefinisikanmengolah sebuah citra lama sehingga menjadi citra baru.
    Perbedaan antara grafik komputerdengan pengolahan citra adalah dalam pengolahan citra, gambar input kedalam prosespengolahan citra sudah tersedia, sedangkan pada grafik komputer dilakukan proses untukmenciptakan gambar dari awal.

Contoh Aplikasi Grafik Komputer dan Pengolahan Citra


1. Grafik Komputer

Desain

Dalam proses desain grafika komputer terutama digunakan pada sistem engineering dan arsitektur. Pada umumnya Computer Aided Design (CAD) digunakan untuk pembuatan desain mobil, bangunan, pesawat terbang, kapal, komputer, tekstil, dan lain-lain. Pada beberapa aplikasi desain, objek ditampilkan dalam bentuk wireframe, dimana diperlihatkan keseluruhan bentuk, dengan bentuk internal dari objek tersebut. Penggunaan wireframe bermanfaat bagi designer untuk melihat isi dari objek tersebut..
Grafik Presentasi
. Bidang perancangan.Dikenal adanya software desain grafis seperti auto cad, 3D MAX semuanya akan berlangsung secara mudah dan lebih spesifik dalam perancangan yang akan dibuat. Memperkecil tingkat kesalahan sehingga akan menghasilkan suatu model yang sama seperti aslinya.

Bidang lain yang berhubungan dengan grafika komputer adalah grafik presentasi yang dapat berupa cetakan, slide, dan transparansi. Grafik presentasi biasanya digunakan untuk melengkapi laporan keuangan, sains, data ekonomi, dan lain-lain. Bentuk grafik presentasi tersebut adalah chart, bar chart, pie chart, dan lain-lain.
Computer Art

Metode grafika komputer digunakan dalam aplikasi commercial art dan fine art. Seniman menggunakan bermacam-macam perangkat lunak grafik, dan kadang dilengkapi dengan perangkat keras khusus. Contoh perangkat lunak yang digunakan yaitu Corel Draw, Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Macromedia, dan sebagainya.

Film

Pada pembuatan film layar lebar,grafik komputer banyak digunakan untuk menunjang proses pemodelan, visualisasi, dan editing. Misalnya dalam proses special effect, film animasi.

2. Pengolahan citra

Secara umum operasi pengolahan citra dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis berikut :

1. Perbaikan Kualitas citra (image enhancement)
Jenis operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dengan cara memanipulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini ciri-ciri khusus yang terdapat pada citra lebih ditonjolkan.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini antara lain:
a. Perbaikan kontras gelap / terang (contrast enhncement).
b. Perbaikan tepian objek (edge enhancement)
c. Penajaman (sharpening)
d. Pemberian warna semu (pseudocoloring)
e. Penyaringan derau (noise filtering)

2. Pemugaran Citra (image restoration)
Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan / meminimumkan cacat pada citra Tujuan pemugaran citra hampir sama dengan perbaikan.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini antara lain:
a. Penghilangan kesamaran (debluring).
Penghilangan derau (noise)

3. Pemampatan Citra(image compression)
Operasi ini bertujuan untuk memampatkan citra sehingga memori yang dibutuhkan untuk menyimpan citra lebih kecil, tetapi hasil citra yang telah dimampatkan tetap memiliki kualitas gambar yang bagus.
Contohnya adalah metode JPEG.
4. Segmentasi citra (image segmentation)
Operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Jenis operasi ini erat kaitannya dengan pengenalan pola.

5. Analisis citra (image analysis)
Operasi ini bertujuan untuk menghitung besaran kuantitatif citra untuk menghasilkan deskripsinya. Teknik analisis citra mengekstraksi ciri-ciri tertetntu yang membantu dalam identifikasi objek. Proses segmentasi kadangkala diperlukan untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari sekelilingnya.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini antara lain:
a. Pendeteksian tepian (edge detection).
b. Ekstraksi batas (boundary)
c. Representasi daerah (region)
6. Rekonstruksi citra (image reconstruction)

Operasi ini bertujuan untuk membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil proyeksi. operasi rekonstruksi citra banyak digunakan dalam bidang medis.
Contohnya adalah foto rontgen dengan sinar X digunkan untuk membentuk ulang gambar organ tubuh.
Pengolahan citra mempunyai aplikasi yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan kita antar lain :

1. Bidang Militer
a. Mengenali sasaran peluru kendali melalui sensor visual.
b. Mengidentifikasi pesawat musuh melalui radar.
c. Teropong malam hari (night vision)

2. Bidang Medis / Kedokteran
a. Mendeteksi retak/patah tulang dengan CT Scan.
b. Rekonstuksi foto janin (USG).
c. Mendeteksi kanker (kanker otak)
d. untuk rontgen tubuh manusia yang berfungsi untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan di tubuh.

3. Bidang Biologi
Pengenalan jenis kromosom melalui gambar mikroskopis

4. Bidang Pendidikan
Pengolahan pendaftaran mahasiswa menggunakan scanner.

5. Bidang Geografi dan Geologi
a. Pemetaan batas wilayah melalui foto udara / Landsat.
b. Mengenali jenis dan bentuk lapisan batuan bawah permukaan bumi melalui rekonstruksi hasil seismik.

6. Bidang Kepolisian / Hukum
a. Pengelan pola sidik jari (finger print).
b. Rekonstruksi wajah pelaku kejahatan.
c. Pengenalan pola hasil uji balistik.

7. Bidang Perdagangan
a. Pembacaan barcode pada barang di swalayan.
Mengenali huruf / angka pada suatu formulir secara otomatis.

8. Bidang Hiburan
Pemampatan video (MPEG).

9. Komunikasi data
Pemampatan citra yang ditransmisi (Internet).

10.Bidang visual, bisa digunakan untuk pemotretan lewat satelit, GPS, foto kamera dan lain-lain.

11. Bidang hiburan,Gambar gambar kartun, yang dibuat bisa bergerak.



Sumber :


Tugas B.indonesia 1

Database


            Basis data (bahasa Inggris: database),  atau sering pula dieja dengan basis data, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik. Sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi. Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Minggu, 16 Juni 2013

Tugas Teori Organisasi Umum 2


Perilaku Konsumen

BAB I Pendahuluan 
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarianpemilihanpembelianpenggunaan, serta pengevaluasian produkdan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

BAB II Pembahasan

Aplikasi Perilaku Konsumen dalam Bisnis

Pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting dalam pemasaran. Menurut Engel, et al. (1994), perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk keputusan mendahului dan menyusuli tindakan ini. 
Terdapat dua elemen penting dari arti perilaku konsumen, yaitu: (1) proses pengambilan keputusan, (2) kegiatan fisik yang melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa ekonomis (Swastha, 1990).Pemahaman akan perilaku konsumen cerdas dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.Ke dua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif. Dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk,pnyesuaian harga produk,mutu produk,kemasan dan sebagainya agar dalam penjualan produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut.

Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.

Roda analisis konsumen

Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan pemasar untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik.[5] Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.

Afeksi dan kognisi

Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosiperasaan tertentu, suasana hati/mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernapasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktivitas kognisi yang terjadi dalam keempat proses yang disebutkan sebelumnya.
Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi ke dua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktivitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.

Proses pengambilan keputusan pembelian

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
1.    Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2.    Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
3.    Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4.    Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5.    Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasiapakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akanmerek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

Faktor-faktor yang memengaruhi

Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
1.    Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.    Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.    Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikapsuka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.    Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

 Sumber: